Ah, untuk apa kuhidup kalau yang kulihat hanyalah kegelisahan tak berkesudahan, keputusasaan silih berganti, kekecewaan bertubi-tubi, kebingungan abadi.
Namun harus kuakui, bahwa sesekali, mukjizat datang menyertai dalam hidup sekitar ini, yang mampu beri penghiburan hati.
Ia datang tak terperi!
Kulihatnya pada orang yang tersenyum satu sama lain, pada ayah yang menggendong anaknya yang sedang tidur, pada para pengendara motor yang melambatkan kendaraan mereka bagi pejalan kaki yang menyebrang, pada kata terima kasih yang terucap dari bibir orang lain bagi mereka yang lain, pada matahari kemerah-merahan yang mulai terbenam dan pada para pekerja yang beranjak kembali ke rumah mereka masing-masing dengan harapan akan datangnya hari esok, hari gajian.
Maka, hendak kubaktikan diri ini bagi daya itu; yang menggerakkan roda mukjizat itu- yang buat orang tertawa, buat bayi bertumbuh, buat orang menangis terharu, buat orang tergerak membantu, tersenyum, dan menyapa satu sama lain.
Hendak kubaktikan diriku baginya itu!
Karenanya, aku hendak membuat semakin banyak orang mampu merasakan mukjizat itu sendiri, dengan menjadi mukjizat itu sendiri!
Sehingga dengan kehadiranku, akan semakin banyak orang tertawa, bertumbuh, menangis terharu, tergerak membantu-tersenyum-menyapa sesama di sekitarnya
Maka, jauhkanlah aku dari segala bentuk kegelapan pekat yang menyedihkan dan mengerikan, ya Daya yang mengagumkan!
Bila daya itu mampu membuat orang bertumbuh besar, maka dalam diriku yang bertumbuh ini pun, tentu ada daya itu!
Hahaha....
Dengan demikian, aku akan mati bahagia!
Karena mampu hidup menjadi mukjizat bagi sesama!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar