#quote from film “The Crime of Padre Amaro”
Aku kedinginan karena hujan berangin besar.
Linu sampai tulangku, sakit membeku.
Gemertak keras rahangku sampai ke punggung.
Bagai cambuk berujung duri tajam mencabik garang.
Tanpa jeda, tanpa hela.
Ruang ragaku cukup besar, cukup hangat, cukup nyaman.
Tapi ruang hatiku begitu sempit, begitu dingin, begitu rapuh.
Meringkuk membungkuk sendiri dalam kegelapan.
Merindu menunggu haru.
Tak tersentuh, tak terbilang.
Derita kan kugenggam.
Penghinaan dapat kutelan.
Api abadi mampu kutahan.
Bahkan kematian pun tak kutakutkan.
Namun hanya neraka demikian yang menggentarkan.
Saat-saat kesepian datang.
Saat ku menangis ketakutan.
Meronta meracau menggapai-gapai.
Dalam ruang kosong tak bertuan.
Saat remaja, berani kuacungkan kepalku padanya, bahkan jari tengahku.
Semakin dewasa, menyerah kulambaikan tangan padanya.
Sayang, tim bantuan tidak pernah datang.
Hanya bara asa yang buatku mampu berdiang.
Semoga tak segera habis lenyap ditelan malam.
Deretan kata bagi para calon imam selibater di seluruh dunia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar