jejak kaki jelas hendak menyatakan bahwa ada sesuatu hal yang hendak ditinggalkan, untuk kemudian diketahui dan dimengerti dan dipahami oleh mereka yang menemukannya. karena ia ditinggalkan, maka yang ada hanyalah harapan untuk kemudian ditemukan.
05 Agustus 2011
Dialog mengenai kesendirian dan persahabatan
Katanya, orang yg hanya ada ketika aku gembira, bukan sahabat sejatiku.
Ya jelas donk, itu namanya parasit yg cuma ambil untung aja.
Katanya pula, orang yg hanya ada ketika aku bersedih, jg bukan sahabat sejatiku.
Ya jelas juga donk! Bisa jadi kedatangannya itu merupakan bentuk kepuasan melihatmu susah.
Sahabat sejati adalah yg selalu ada di setiap suka dan duka hidupku.
Ya kalo gini, yg bukan sahabat sejati itu ya kamu. Masa menuntut orang2 sekitarmu untuk menemanimu selalu, dalam suka dan dukamu! Itu cuma bikin susah orang aja! Egois!
Kalo gitu, persahabatan sejati itu terjadi ketika kita saling memberi dan menerima dalam suka dan duka.
Ah, itu ya namanya do ut des. Persahabatan kayak gini cuma bikin sakit hati. Coba kalau dia gak lagi mau memberi atau menerima dalam suka dan duka. Toh kamu juga akan berlaku serupa kan?
Terus sahabat sejati itu yg kayak apa?
Ga ada yg namanya sahabat sejati!
Kalau denger lagu, puisi, cerpen, novel ato apapun yg menceritakan romantisme persahabatan yg sejati, percaya deh, kalo itu memang sekedar romantime belaka.
Ah, kamu itu kok gitu?
Lha, emang mau gimana lagi?
Makanya, sering kan, kamu alami kesepian meski berada di tengah keramaian, di tengah kenalan2mu? Ya itu semua cerminan kebenaran dari hal ini, bahwa ga ada yang namanya sahabat sejati. Pada dasarnya, manusia itu egois dan nggak mungkin mau berkorban demi sesamanya, bahkan demi sahabat ‘sejatinya’.
Boleh dikata, sahabat2mu itu, meski bergelar sejati pun, sifatnya sementara saja. Kemudian datang (tak diundang), kemudian pulang (tak diantar). Berpaut begitu erat padanya adalah suatu kesia-siaan. Just let it come, let it go!
Persahabatan yang ada di dunia kita pun selama ini lebih merupakan ketakutan atas kesendirian kita di dunia ini. Ini sebenarnya hanya merupakan tindak manipulatif semata, yang bertujuan untuk membebaskan diri dari ketakutan hidup sendiri. Hal demikian pun dapat terjadi dalam konteks perkawinan. Maka tak heran dewasa ini semakin banyak KDRT dan perselingkuhan dalam keluarga, karena hubungan yang dibangun lebih merupakan hubungan manipulatif yang didasarkan ego diri.
Ingat ini!
Kesendirian adalah suatu ketakutan terdalam dalam diri manusia.
Yesus sendiri telah merasakannya dalam kesendirian menjalani jalan salibNya menuju puncak Golgota.
Bahkan di taman Getsemani, Ia sempat sampai menangis darah demi melihat perjalanan kesendiriannya itu.
Saat akhirpun Ia masih berkata, “Allahku, ya Allahku, mengapa Engkau meninggalkan daku!”
Bila Yesus sendiri meratapi kesendirianNya, lalu apa yang harus kulakukan dengan kesendirianku ini?
Peluklah kesendirianmu dan belajarlah dari Yesus yang telah berhasil melewati semuanya itu.
Kemudian bangunlah makna baru persahabatan di dalamnya.
Bila demikian, makna persahabatan kemudian lebih merupakan bentuk saling pengertian atas kesendirian setiap individu dan solidaritas satu sama lain. Memaknai perjalanan hidup dalam persahabatan yang demikian akan semakin memperkaya diri kita. Yang terjadi dalam persahabatan yang demikian adalah saling hormat dan pengertian, kerinduan yang bernyala-nyala, dukungan bagi cita-cita kemandirian (bukannya ketergantungan), dan koreksi yang didasarkan kasih persaudaraan.
Tahu, mengapa simbol persahabatan selalu adalah tangan yang bergandengan?
Ya karena memang maknanya demikian, yakni saling membantu, mendukung, mendorong, menopang, menuntun, yang pokoknya semua itu sifatnya sejajar satu sama lain. Bukan yang satu membantu, yang satu dibantu, dst.
Maka, demi dunia yang lebih baik, hancurkanlah egomu, peluklah kesendirianmu, belajarlah dari padaNya, dan bangunlah hidup persahabatan yang baru, tanpa harus bingung berbicara mengenai mana sahabat sejatimu dan mana yang bukan.
Setiap orang adalah rekan seperjalananmu!
That’s better than just a friend!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
yuhu.....
BalasHapus