05 Maret 2012

MAIN KATA 2



 TENTANG DERET KATA
Bahasa Indonesia enak dibuat mainan. Karena saya bukan ahli dalam berbahasa Indonesia, apalagi saya tidak menempuh pendidikan yang berkaitan dengan hal ini, maka dengan santai saja saya bisa bereksperimen dengan kata. Eksperimen kali ini mengenai kata-kata yang disambung menjadi satu deret, yakni deret kata. Sesungguhnya, saya sudah sempat berbincang dan bermain dengan KBBI cetakan ke-3 pada tulisan saya sebelumya, yakni “Main Kata“. Tapi bentuknya masih kacau. Pada main kata 2 ini, saya sedikit merapikannya.
 Pola pikir saya sederhana, bila di luar sana ada deret angka, mengapa saya tidak membuat deret kata? Namun ada peraturan mendasar dalam deret kata ini, yakni suku kata terakhir dalam kata yang mendahului harus bisa dilanjutkan dengan suku kata awal dalam kata berikut. Sesungguhnya permainan ini tidak menarik dan tidak membuktikan apa-apa. Tidak ada hal baru di dalamnya. Tapi saya ini ada dalam usaha mencari celah eksperimen dalam bermain-main kata. Toh tidak ada pakem dalam bahasa Indonesia yang melarang demikian. Wasyallom...
                    
pagilangsungkantongkatabrakita
pagi gila langsung sungkan kantong tongkat kata ta(bra)k rakit kita

batuhancurangkakakidallihai
 batu tuhan hancur curang rangka kakak kaki kidal dalih lihai

lautarambutahutangkilangkacau
laut utara rambut buta tahu hutang tangki kilang langka kacau

anjinggalauyatimbulumpianongkrong
anjing jingga galau lauya yatim timbul bulu lumpia piano nongkrong

parasukambingunggaharumbainah
paras rasuk suka kambing bingung unggah gahar harum rumbai bainah

P.S.:
Lauya berarti mediator yang menghubungkan dunia kasar dengan dunia halus. KBBI edisi ketiga hal 645.
Bainah berarti bukti yang nyata; bidang arkeologi. KBBI edisi ketiga hal 91.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar