10 Februari 2012

TEMANKU YANG BERCITA-CITA JADI SATPAM.




Aku punya teman. Cita-citanya ingin menjadi satpam.
Aku tak tahu kenapa. Dia pun tidak memberi alasan.

Aku masih heran.
Saat semua ingin menjadi mapan, rupawan, dan menjadi pusat perhatian,
Ia justru ingin menjadi satpam. Semoga dia sadar apa yang dia omongkan.

Sebenarnya siapa sih yang ingin jadi satpam? Mungkin para satpam sendiri pun tidak pernah berpikir demikian. Bila mereka pun memutuskan demikian, mungkin karena tidak ada pilihan.


Namun, ditambahkannya, “Aku ingin menjadi satpam di katedral!” Dan semakin sukses dibuatnya aku heran.

Katanya ia ingin tanding lari dengan pencuri dan menangkap mereka.
Memang, ia terkenal jago berlari.
Ia bek kiri andalan kami di timnas seminari.

“Ah..., sudahlah! Jangan engkau teruskan mimpimu itu, teman. Kamu itu calon imam!!!”
Sahutku keras agak tertahan.
Toh, ia hanya tertawa.
Sambil terus pergi berjalan melenggang.


Post scriptum :
Yah…, temanku ini memang punya cita-cita tidak wajar. Menjadi satpam jika tidak meneruskan jalannya menjadi imam. Namun syukur kepada Allah, ia masih setia dan belum benar-benar tergoda untuk mewujudkan cita-citanya tersebut. Ia bukan orang yang bodoh. Justru ia tipe yang tekun dalam belajar. Nilai-nilainya pun memuaskan. Rajin ikut rutinitas harian dan pribadinya sederhana. Hingga sekarang pun, aku masih heran. Mengapa ia ingin menjadi satpam? Terlalu sayang orang demikian menjadi satpam.
Apakah para pejabat korup berani punya cita-cita demikian? Menjadi pelayan kecil, hina, dan tak diperhitungkan. Maka semakin kagumlah aku dengan temanku ini, yang bercita-cita menjadi satpam. Semoga Tuhan memanggilnya untuk terus menjadi imam. Gereja membutuhkan mereka yang demikian.





1 komentar: