Menjadi manusia bukan kesalahan fatal. Jika alasannya adalah karena hidup hanya penderitaan dan
kesia-siaan belaka. Namun kalau demikian,
bukankah itu berarti bahwa Tuhan pun melakukan kesalahan serupa karena sudah menjadi manusia?
Banyak orang ingin
kembali menjadi bayi, atau menjadi makhluk hidup selain manusia,dan bahkan
ingin mati, demi sebuah kebebasan abadi dari penderitaan serta kekhawatiran. Namun
sungguhkah ada kebebasan abadi seperti demikian ini?
Tidak ada orang yang pernah tahu kapan penderitaan manusia
akan berakhir. Akankah di ujung hidup ada neraka atau surga pun, siapa dapat
menduga? Siapa tahu sesudah bebas dari penderitaan dunia, engkau justru masuk
neraka yang konon merupakan penderitaan abadi. Bukankah nasib yang demikian ini
adalah mimpi yang luar biasa buruk?
Manusia bangun pagi-pagi, bekerja hingga larut malam, demi menjalani
kehidupan, sampai suatu saat nanti mati. Lalu, apakah yang akan dibawanya pergi
sesudah mati? Tidak ada kecuali tangisan dan ratapan.
Inilah kenyataan, teman! Namun bila manusia berhenti pada
ketakutan, di hadapannya hanya akan ada kesia-siaan. Tetapi bila manusia tidak
berhenti berpengharapan, siapa tahu di depan masih ada kebahagiaan.
Alam semesta membuka
tangan bagi manusia yang berpengharapan. Keputusasaan abadi itu suatu kutukan
alam semesta. Makanya, nama lain neraka adalah keputusasaan abadi. Karena itu,
jangan berhenti berharap.
Harapan adalah
bagian tak terpisahkan dari iman. Itulah mengapa iman itu bisa mendatangkan
kehidupan, karena ia memiliki unsur pengharapan.
Mungkin inilah
nikmatnya menjadi manusia: anda selalu berada dalam ketidakpastian hidup di
masa depan dan anda hanya memiliki harapan untuk dapat terus maju ke depan. Binatang
atau tumbuhan sama-sama tidak memiliki ketpastian dalam hidup, tetapi mereka
tidak memiliki harapan untuk apapun di masa depan.
Pertanyaan lebih
lanjut, kepada siapakah atau apakah kita harus menaruh harapan kita? Kepada
diri sendiri? Kepada orang-orang yang lebih berkuasa daripada kita? Kepada
uang? Kepada kecantikan? Kepada institusi agama? Kepada sejarah? atau kepada
apa? Kepada siapa?
Dan sekali lagi,
inilah suatu kenikmatan luar biasa menjadi manusia. Anda mencoba terus menerus
menemukan jawaban ini. Menemukan tempat untuk menaruh harapan secara tepat. Prinsipnya
adalah trial and error; mencoba dan
mendapati diri keliru. Begitu terus sampai anda menemukan jawaban yang benar.
Saya di sini tidak
hendak memberikan jawaban yang tepat atas pertanyaan ini, mengenai kepada siapa
anda harus menaruh harapan. Meski saya calon pemimpin agama, saya pun dengan
tegas tidak mengajak anda menaruh harapan kepada Ia-Yang-Kita-Sebut-Tuhan.
Karena saya berikan pun ya percuma, sejauh anda tidak melalui proses mencari
secara trial and error itu.
Melalui tulisan ini,
ada dua poin yang hendak saya ingatkan: yakni pertama, ingatlah untuk terus
menaruh harapan dalam hidup anda. Harapan itu menimbulkan kehidupan. Sedang
keputusasaan hanya mendatangkan kematian. Maka manusia yang paling menderita
adalah manusia yang secara fisik masih hidup, tapi sudah tidak memiliki
pengharapan. Terkutuklah yang demikian ini.
Kedua, jangan pernah
menyesal menjadi manusia yang harus bersusah payah menghadapi hidup yang penuh
derita ini. Justru ini adalah keasyikkan tersendiri bagi anda. Anda diajak
untuk terus bermain-main, terus mencoba menemukan jawaban yang tepat: kepada
siapa saya harus menaruh harapan saya? Dan inilah hal yang harus kita syukuri
dalam kodrat ciptaan kita sebagai manusia.
Teman-teman, bila
kita mampu berpikir sedemikian rupa seperti ini, bukankah kita bisa berucap
dengan lirih namun pasti, bahwa meski hidup ini penuh penderitaan, namun menjadi
manusia itu bukanlah kesalahan fatal. Karena sekali lagi, bila memang benar
demikian, bukankah itu berarti bahwa Tuhan pun melakukan kesalahan serupa. Bila memang demikian, maka sia-sialah Tuhan telah
menjelma menjadi manusia. Ia sendiri telah mencontohkan kepada kita cara
menikmati hidup yang penuh penderitaan ini, yakni dengan tidak berhenti
berpengharapan, bahkan saat menjelang kematian.

keren choyyy...(mosley)
BalasHapusSuwun sley..... XD
BalasHapus